Selasa, 08 Februari 2011

Undangan Manaqib Kubro, 20-21 Feb. 2011

Panitia Manaqib Kubro Nasional Pra Mu’tamar XI
JAM'IYYAH AHLITH THARIQAH AL-MU'TABARAH AN NAHDLIYAH
Sekretariat : 1. PP. Darul Falah Jl. Raya Cihampelas No. 141 Bandung Barat
2. PP. Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon

Nomor : 027/PMKN/II/2011
Lampiran : 1(satu) Berkas
Perihal : Undangan

Yang Kami Hormati :
Al-Mukarom ………………………………..
di
Tempat

Assalamu'alaikum Wr. Wbr.

Bahwa Manaqib Kubro Nasional pra Mu’tamar XI Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah, insya Allah akan diselenggarakan pada Hari Ahad-Senin, Tanggal 20-21 Pebruari 2011/ 17-18 Rabi’ul Awwal 1432H. bertempat di PP. Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. (Jadwal Terlampir).

Demi suksesnya acara tersebut, kami memohon hadir:
1.Seluruh Pengurus Idaroh Aliyah;
2.Pengurus Idaroh Wustho Jawa Barat 10 (sepuluh) orang;
3.Pengurus Idaroh Wustho se-Pulau Jawa, masing-masing 5 (lima) orang;
4.Idaroh Syu’biyah se-Jawa Barat, masing-masing 7 (tujuh) orang, terdiri dari 5 (lima) orang pengurus dan 2 (dua) orang mursyid; dan
5.Khusus Idaroh Syu’biyah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Sumedang, agar menghadirkan santri dan jama’ah majlis ta’lim sebanyak-banyaknya.
6.Bagi Idaroh Wustho non Jawa Barat, apabila berminat hadir agar menghubungi panitia.

Demikian atas perhatian dan perkenannya, kami haturkan terima kasih. Jazakumullah ahsanal jaza.

Wallohul muwaffiq ila aqwaththoriq
Wassalamu'alaikum Wr. Wbr.
Bandung, 11 Januari 2011 M/06 Shafar 1432 H

Ketua (Drs. KH. Zainal Abidin)
Sekertaris (Drs. HA. Saeful Mu'min, M.Ag.)

Turut Mengundang :
1.Rois ‘Aam Idaroh Aliyah (KH. Habib Luthfi Ali bin Yahya)
2.Sesepuh Ponpes Babakan Ciwaringin (KH. Makhtum Hannan)

Tembusan :
1. Yth. Idaroh Aliyah di Jakarta.
2. Yth. PWNU Jawa Barat di Bandung.

Kontak Person :
1.Panitia H. Zainal Abidin (08179255054), HA. Saeful Mu’min (081906618999)
2.PP. Babakan Ciwaringin Gedung Madrasah Al-Hikamus Salafiyah (MHS) Jl. Gondang Manis 0231 324275. dan Drs. H. Lukman Hakim 0817624111

JADWAL ACARA
MANAQIB KUBRO NASIONAL PRA MU’TAMAR XI
DI PP BABAKAN CIWARINGIN

I. Ahad, 20 Februari 2011, Pukul 16.00-18.00, Cek in Peserta
II. Ahad, 20 Februari 2011, Pukul 18.00
Manaqib Kubro Nasional (diikuti seluruh undangan dan peserta)
Acara :
1. Pembukaan
2. Pembacaan Aya Suci Al-Qur’an dan Shalawat Thoriqoh
Ustadz H. Ade Jayadi Jalaluddin
3. Manaqib Kubro
KH. Makhtum Hannan dan KH. Muslih Abdurrohim, M.Pd.I
4. Do’a Manaqib
KH. Dr. Achmad Sarkosi Subki
5. Prakata Panitia
Drs. KH. Zainal Abidin
6. Sambutan Rois Idaroh Wustho Jawa Barat
KH. Zezen ZA Bajul Asyhab
7. Sambutan Ketua Umum PBNU
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA.
8. Amanat Presiden RI
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
9. Taushiyah Rois 'Aam Idaroh Aliyah
KH. Habib Luthfi Ali bin Yahya
10. Do’a/Tutup
KH. Muhammad Nuh Addawami

III.Senin, 21 Februari 2011, Pukul 08.30-12.00
1. Sidang Pleno Rancangan Materi Mu’tamar XI Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah
2. Diikuti oleh seluruh Idaroh Wustho
IV. Senin, 21 Februari 2011, Pukul 13.00-selesa
1. Penutupan
2. Diikuti oleh seluruh Idaroh Wustho

Senin, 07 Februari 2011

Idaroh Wustho Jawa Barat mengikuti kegiatan Mu'tamar NU 2010 di Makasar



Tamapak dari kiri : 1. KH. Maulana ZA (Wakil Rois), 2. Drs. Hilman Farid (Wakil Sekretaris), 3. HA. Saeful Mu'min (Sekretaris), 4. KH. Fathoni Shihabuddin (Wakil Katib)

Selasa, 18 Januari 2011

Pengurus Idaroh Wustho Jabar bersama SBY di Cikeas Tahun 2009

Proposal Panitia Manaqib Kubro Nasional

PROPOSAL
PANITIA PELAKSANA MANAQIB KUBRO NASIONAL
JAM’IYYAH AHLITH-THORIQOH AL-MU’TABAROH AN-NAHDLIYYAH
DI PP. BABAKAN CIWARINGIN KABUPATEN CIREBON JAWA BARAT
TanggaL 20 Februari 2011 M/16 Robi’ul Awwal 1432 H

I. PENDAHULUAN
Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Shalawat dan Salam semoga tetap dilimpahkan kepada hamba-Nya yang teramat mulia, baginda alam, ya’ni Nabi Besar Muhammad saw., segenap keluarga, sahabat, dan ummatnya hingga akhir zaman.
Bahwa di antara beribu banyak kelemahan kita sebagai hamba Allah adalah lemahnya kemampuhan untuk bersyukur terhadap ni’mat-Nya dan bersabar atau bahkan seharusnya tetap bersyukur sekalipun ketika didera berbagai ujian dan bencana, alhamdulillaah ‘ala kulli hal. Sebab hanya dengan bersyukur, Allah akan menambah ni’mat-Nya, sebaliknya apabila kita tidak bersyukur atau kufur ni’mat, sungguh Allah mengancamnya dengan ‘adzab yang sangat pedih.
Di samping itu, ketidakmampuhan kita adalah tidak merasa bersalah atas segala kesalahan yang selama ini kita perbuat, sebaliknya kita lebih sering menyalahkan orang lain, padahal dengan menyalahkan orang lain itu juga termasuk perbuatan yang salah, sebab boleh jadi kesalahan orang lain tersebut, sebagiannya adalah andil kita, karena kita tidak memberikan contoh yang baik, atau tidak mencegahnya, atau tidak menasehatinya.
Sungguh sulit rasanya kita mencontoh Nabi kita yang selalu beristighfar, padahal beliau tidak pernah berbuat salah. Nabi Yunus as selalu membaca laa ilaaha ilaa anta subhaanaka innii kuntu minadldloolimiin, atas kekufuran ummatnya.
Pelanggaran hak asasi manusia, tindak ke kejahatan, a susila, demontrasi anarkis, tawuran, korupsi dan lain-lain menjadi berita yang setiap hari menghiasi media masa. Sementara itu bencana di mana-mana yang bertubi-tubi menimpa. Itu semua adalah menjadi bukti fisik atas adanya peringatan, teguran, atau sangat mungkin ‘adzab dari Yang Maha Kuasa. Kita sebagai hamba-Nya tidak ada jalan lain, kecuali baik secara sendiri-sendiri atau berjama’ah, hendaklah bergegas bersimpuh kembali kepada-Nya, dengan selalu bertobat, beristighfar sekaligus selalu bersyukur dalam berbagai keadaan.
Status “siaga” dalam menghadapi bencana, terutama bencana akhlaq, hendaknya segera ditingkatkan menjadi “waspada”, bahkan sudah harus mencapai status “awas”. Secara individu banyak para ulama yang telah meningkatkannya ke status awas dengan “’uzlah” , maka sudah sa’atnya ‘uzlah’ ini dilakukan secara jam’iyyah atau bahkan secara nasional.
Mu’tamar XI Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah yang akan diselenggarakan pada tahun 2011 adalah momen muhasabah/introspeksi jam’iyyah. Salah satu bentuk muhasabah adalah Manaqib Kubro Nasional.

II. DASAR PENYELENGGARAAN
Dasar Penyeleggaraan Manaqib Kubro Nasional dalam rangka rangkaian kegiatan Pra Mu’tamar XI Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah adalah :
1. Program kerja Panitia Mu’tamar ke- Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah
2. Program kerja Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Idaroh Wustho Jawa Barat masa khidmat 2007-2012.
3. Rapat Pleno Pengurus Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah Idaroh Wustho Jawa Barat, pada tanggal 13 Nopember 2008, tentang Pembentukkan Panitia Pelaksana Manaqib Kubro Nasional dalam rangka kegiatan Pra Mu’tamar XI

III. ALASAN DAN TUJUAN
A. ALASAN
1. Bahwa Islam adalah agama yang kaaffah (integral, konfrehensif, dan lengkap) dalam segala aspeknya, baik aqidah, ibadah, dan akhlaq, maupun Iman, Islam, dan Ihsan, demikian pula Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqh, dan Tasawuf. Ia tidak lebih mementingkan yang satu dari yang lainnya.
2. Bahwa dalam praktek keseharian masyarakat, bahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, termasuk pendidikan, sejak lama nampak adanya kesenjangan, ya’ni hal-hal yang berkaitan dengan etika, moral, atau akhlaq kurang mendapatkan porsi yang cukup, baik mempelajarinya ataupun dalam pengamalan dan pengembangan. Hal ini terbukti dengan terlalu seringnya kejadian yang melanggar etika, moral, dan akhlaq, seperti tawuran, pelanggaran hak asasi manusia, demontrasi anarkis, dan lain sebagainya.
3. Bahwa Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah adalah salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama. Program utama jam’iyyah adalah mempelajari, mengamalkan, dan menggembangkan ajaran etika, moral dan akhlaq yang muttashil sanadnya kepada Rasulillah saw. Program jam’iyyah ini sebagai upaya penyeimbang atas program lain yang menjadi tugas Badan Otonom lain di lingkungan Nahdlatul Ulama.
4. Bahwa Manaqib Kubro Nasional yang diprogramkan oleh Idaroh Aliyah untuk dilaksanakan oleh Idaroh Wustho Jawa Barat. Manaqib ini sangat penting untuk dilaksanakan, sehubungan telah nampaknya keruksakan etika, moral dan akhlaq bangsa. Bahkan kerusakan alam dan terjadinya berbagai bencana yang sangat mungkin akibat kerusakan etika, moral, dan akhlaq.

B. TUJUAN
1. Terlaksananya Manaqib Kubro Nasional sebagai salah satu upaya bathin jam’iyyah atau “‘uzlah jam’iyyah”, agar masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh, sekaligus terhindar dari berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana akhlaq.
2. Terwujudnya kesatuan dan persatuan di kalangan para ulama thoriqoh yang memiliki kesamaan persepsi tentang tanggung jawab ulama thoriqoh sebagai salah satu pilar utama dalam membimbing ummat.
3. Menghimpun pola pikir dan sumbang saran yang akan dijadikan usulan atau rekomendasi kepada pihak yang terkait, khususnya kepada Mu’tamar XI Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah.

IV. WAKTU DAN TEMPAT
A. WAKTU :
Manaqib Kubro Nasional dilaksanakan pada hari : Ahad dan Seni, Tanggal 20-21 Feberuari 2011 M /15-16 Robi’ul Awwal 1432 H
B. TEMPAT :
Di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon Jawa Barat


V. ACARA
Terlampir
VI. THEMA

“ MEMBIMBING UMMAT DENGAN SYARI’ATUL GHORRO WATH- THORIQOTUL BAIDHO’ YA’NI SYARI’AT YANG SUCI DAN THORIQOH YANG MUTTASHIL SANADNYA KEPADA RASULULLOH SAW AGAR SELALU BERSYUKUR BAIK DI SA’AT ANUGRAH TURUN MAUPUN PADA SA’AT BERBAGAI UJIAN DAN BENCANA MENIMPA, ALHAMDULILLAAH ‘ALA KULLI HAL”

VII. PESERTA DAN JAMA’AH

Peserta adalah Pengurus dan Mursyid dari Idaroh Aliyah, Idaroh Wustho, dan Idaroh Syu’biyah yang diundang untuk mengikuti manaqib dan persidangan. Sedangkan Jama’ah adalah jama’ah majlis ta’lim thoriqiyah yang diundang hanya untuk mengikuti manaqib kubro.
Peserta dan jama’ah diperkirakan seluruhnya berjumlah 2500 orang, dengan rincian sebagai berikut :
A. Pengurus dan Ulama Thoriqoh dari Idaroh Aliyah 20 orang;
B. Pengurus dan Ulama Thoriqoh dari Idaroh Wustho se Jawa 80 orang ;
C. Pengurus dan Ulama Thoriqoh dari Idaroh Syu’biyah se Jawa Barat 100 orang ; dan
D. Jama’ah Majlis Ta’lim Thoriqiyah dari Idaroh Syu’biyah Kabupaten dan Kota Cirebon 2300 orang

VIII. KEPANITIAAN

Untuk melaksanakan Manaqib Kubro Nasional Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Idaroh di PP. Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, dibentuk panitia yang susunannya terlampir, terdiri dari:
A. Panitia Pengarah (Steering Comitee) yang bertanggung jawab menyiapkan rancangan materi, menyusun jadwal dan mengundang peserta dan pemateri.
B. Panitai Pelaksana (Organizing Comitee) yang bertanggung jawab dalam persiapan dan pelaksanaan teknis akomodasi, konsumsi, mengundang jama’ah manaqib dan penempatan peserta/jama’ah manaqib.

IX. ANGGARAN BIAYA
A. Seluruh keperluan biaya Manaqib Kubro Nasional disusun oleh Pengurus Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah Idaro Wustho Jawa Barat, dengan rincian sebagaimana terlampir.
B. Sumber biaya berasal dari kas Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Idaroh Aliyah dan Idaroh Wustho Jawa Barat serta bantuan dari pihak lain yang halal, sah dan tidak mengikat.

VII. PENUTUP
Demikian deskripsi ringkas mengenai penyelenggaraan Manaqib Kubro tingkat Nasional Jam’iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah Idaroh Wustho, dengan harapan agar pihak-pihak terkait manjadi maklum adanya.
Pada akhirnya, semoga Allah SWT. senantiasa meridhoi dan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, khususnya bagi keberhasilan penyelenggaraan silaturahim ini. Amin.

Bandung, Desember 2010
Panitia Manaqib Kubro,
Ketua, Sekretaris,



Drs. KH. Zainal Abidin Drs. HA.Saeful Mu’min

Idaroh Wustho Jawa Barat,
Rois, Mudir ,
KH. Zezen ZA Bazul Asyhab KH. Drs.Muslih Abd. Rohim, M.Pd.I.





SUSUNAN ACARA
MANAQIB KUBRO NASIONAL

1. Pembukaan;
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an dan Shalawat Thoriqoh;
3. Manaqib dan Hadlaroh : KH. Makhtum Hannan
4. Do’a Manaqib;
5. Prakata Panita Pelaksana
6. Sambutan Rois Idaroh Wustho Jawa Barat;
7. Sambutan PWNU Jawa Barat;
8. Taushiyah Rois ‘Aam Idaroh Aliyah : KH. Habib Luthfi Ali bin Yahya
9. Do'a tutup : KH. Muhammad Nuh Addwawami (PWNU)
10. Sidang Pleno tentang usulan dan rekomendasi Manaqib Kubro Nasional untuk Panitia Mu’tamar XI dan pihak lain yang terkait.

Bandung, Desember 2010
Panitia Manaqib Kubro,
Ketua, Sekretaris,



Drs. KH. Zainal Abidin Drs. HA.Saeful Mu’min

Idaroh Wustho Jawa Barat,
Rois, Mudir ,

KH.Zezen ZA Bazul Asyhab KH. Drs. Muslih Abd. Rohim, M.Pd.I

Sabtu, 15 Januari 2011

Selamat Datang di Blog IDAROH WUSTHO JAWA BARAT

Idaroh Wustho Jawa Barat adalah kepengurusan tingkat Profinsi Jawa Barat dari Jam'iyyah Ahlith-Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyah. Jam'iyyah ini adalah salah satu ormas keagamaan yang menjadi salah badan otonom Nahdlatul Ulama.
Kepengurusan Idaroh Wustho Jawa Barat untuk masa khidmat 2007-2012. Majlis Ifta: di antaranya KH. Makhtum Hannan (Kab.Cirebon, KH. A. Hasan Amiruddin (Kab. Bandung). Rois : KH. Zezen Zainal Abidin Bajul Asyhab (Kab. Sukabumi), Katib : KH. Anwar Hidayat (Bandung Barat), Katib Awwal : KH. Zamzami Amin (Kab. Cirebon), Mudir : KH. Drs. Muslih Abdurrohim, M.PdI (Kota Banjar), Mudir Awwal: KH. Drs. Eef Nuruddin, MPd.I (Subang) Sekretaris : HA. Saeful Mu'min (Bandung Barat), Sekretaris Awwal : H.A. Hasyim 'Asy'ari (Kota Bandung), Sekretaris Tsani : Drs. Hilman Farid (Bandung Barat) dan Aminushshunduq : Drs.H. Zainal Abidin (Bandung Barat)